Showing posts with label Tips Sukses Bekerja di Kantor. Show all posts
Showing posts with label Tips Sukses Bekerja di Kantor. Show all posts

Coba Dulu Pekerjaan Ini, Bila Anda Ingin Sukses



Saveupdata.com - Beberapa pekerjaan di bawah ini memang terlihat biasa saja. Namun ternyata pekerjaan ini dapat memberi Anda berbagai skill berharga yang sangat beguna di dunia kerja. Berikut ini beberapa pekerjaan yang dapat membantu Anda sukses dalam pekerjaan seperti yang dilansir dari laman Lifehack, Simak selengkapnya agar masa depan Anda lebih baik ;

1. Pramusaji
Tidak banyak orang yang memilih karir sebagai seorang pramusaji. Namun tahukah Anda, ternyata pekerjaan ini banyak memberikan Anda keterampilan yang berguna untuk keberlangsungan karir Anda nantinya. Menjadi pramusaji berarti Anda dituntut untuk dapat mendengar serta bekerja dengan baik di bawah tekanan.
Anda juga harus mampu mengantar pesanan makanan kepada konsumen dengan sikap yang baik. Waktu kerja yang ketat akan menuntut Anda untuk mengerti betul bagaimana mengefesiensikan sebuah proses pekerjaan yang sedang berjalan. Semua kemampuan yang didapat dari bekerja sebagai pramusaji dapat sangat berguna di kehidupan nanti.
2. Telemarketer atau sales
Posisi sales di seluruh lini pekerjaan akan membantu Anda untuk mengerti siklus serta aspek-aspek penting dari sebuah penjualan. Jika Anda berpikir Anda tidak memiliki bakat sales dalam diri Anda, maka hal itu tidak sepenuhnya benar. Dalam hidup dan karir Anda ke depan, Anda akan terus dihadapkan pada situasi di mana Anda harus mampu meyakinkan seseorang terhadap apa yang dimiliki. Kemampuan seperti inilah yang nanti akan Anda miliki apabila Anda bekerja sebagai seorang salesman atau telemarketer.
3. Startup
Perusahaan startup yang kini merajalela ternyata dapat memberikan Anda kesempatan besar untuk memahami dunia pekerjaan. Jika Anda bekerja dalam sebuah perusahaan startup, Anda akan dituntut untuk mengerjakan berbagai pekerjaan bahkan diluar job desk Anda semestinya. Hal inilah yang akhirnya dapat sangat berguna untuk perjalanan karir Anda nantinya.
4. Retail
Bekerja di dunia retail memiliki cirri khasnya tersendiri. Pekerjaan yang dilakukan akan sangat bergantung pada sistem yang baik serta efisien. Dunia ritel merupakan wadah yang tepat untuk mengerti kebutuhan konsumen. Kebutuhan konsumen yang terus berubah seiring perkembangan zaman akan memaksa Anda untuk beradaptasi dan memberikan servis yang baik. Selain itu Anda pun akan dihadapkan dengan berbagai kesempatan untuk mengerti dunia manajemen, mulai dari mengevaluasi performa kerja hingga bagaimana cara untuk terus memacu rekan untuk terus semangat bekerja.
5. Customer Service Representative (CSR)

Menjadi garda terdepan untuk mendengarkan keluhan konsumen memang bukan yang mudah. Namun ternyata, pekerjaan sebagai costumer service ini juga merupakan kesempatan yang baik bagi Anda untuk mendapatkan pengalaman yang berharga. Anda akan belajar untuk menempatkan kebutuhan konsumen diatas kebutuhan pribadi Anda, merepresentasikan perusahaan tempat Anda bekerja dalam citra yang positif, serta mencoba membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh konsumen.
 
 
 
 

Syarat - Syarat Menjadi Pemimpin Yang Hebat





Saveupdata.com -Menjadi pemimpin memang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Ia harus mempunyai keberanian untuk memanajemen dirinya dan bawahannya sehingga bisa menjadi hebat. Menjadi pemimpin bukan karena ia meniru pemimpin lain agar bisa sukses dan belajar pengalaman dari mereka.
Anda harus memiliki pengalaman yang bisa melejitkan diri dan merubah Ada dari sebelumnya. berikut ini adalah tanda Anda berhasil menjadi pemimpin yang heba:

Keterikatan dengan karyawan

Pemimpin harus bisa membuat karyawan bawahannya mencintai pekerjaannya. Dengan begitu hal ini menjadi salah satu faktor perusahaan berjalan sukses. Karyawan harus selalu dibuat termotivasi untuk melakukan pekerjaan mereka.
Anda harus menghargai dan memberdayakan karyawan selayaknya mereka dan tugasnya. Buatlah mereka tertantang dengan pekerjaan tersebut sekaligus mendukung apa yang mereka lakukan selama itu benar.

Produktivitas dan manajemen waktu individu

Tujuan utama dalam pekerjaan Anda harus selalu diutamakan dengan langkah produktivitas Anda. Anda perlu berpikir inovatif untuk membuat suau gebrakan dan mendongkrak status perusahaan. Hal ini dimulai dari Anda belajar memanajemen waktu yang Anda punya. Meskipun tidak bisa hidup teratur namun berpikirlah bahwa Anda memiliki rencana matang untuk hal tersebut.

Jika Anda tidak memiliki banyak waktu maka carilah hal yang menjadi prioritas. Dengan begitu hidup Anda akan lebih bahagia dan sukses mencapai tujuan.

Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional adalah sesuatu yang tidak bisa dikuasai dalam sekejap. Meskipun Anda adalah orang yang baik dan teratur belum tentu memilikinya. Pasalnya saat ini faktor softskill seperti kecerdasan emosional menjadi faktor penting seorang pemimpin menjadi sukses. Ia harus selalu bersikap empati dan mawas diri terjadap keadaan sekitar.

Kepemimpinan berdasarkan kelebihan

Bekerja dalam dunia bisnis tidak pernah menemukan apa yang disebut statis, pasti akan berubah sesuai keadaan. Anda harus mampu memanfaatkan kelebihan yang dimiliki sehingga bisa cepat beradaptasi dengan perubahan, dan berkonsentrasilah. Jangan abaikan setiap kelemahan, karena akan semakin membuat Anda dan karyawan terpuruk.


Meningkatkan Kinerja Yang Baik Dalam Tempat Kerja/Kantor

Kinerja yang baik adalah kinerja yang mengikuti tata cara atau prosedur sesuai standar yang telah ditetapkan. Akan tetapi didalam kinerja tersebut harus memiliki beberapa kriteria agar meningkatkan produktifitas sehingga apa yang diharapkan bisa berjalan sesuai apa yang di inginkan.



Untuk meningkatkan kinerja yang baik harus introspeksi diri demi tercapainya kinerja yang lebih baik kedepannya, bekerja sesuai posisi, porsi, dan jobnya masing-masing.

Namun demikian hal tersebut tidaklah semudah membalikan telapak tangan tetapi mesti ada peran langsung ke ikut sertaan manajemen untuk bisa mengontrol dan memberikan teknik cara agar bagaimana bisa terjaminnya mutu dan kualitas sehingga karyawan bisa dengan mudah bekerja tanpa ada rasa terbebenani dan hubungan antara pihak manajemen dengan bawahan semakin kuat.

Tanpa disadari mungkin di setiap kantor/tempat kerja ada pihak yang mau menang dan benar sendiri, akan tetapi pihak manajemen juga tidak bisa menyalahi bawahannya. Untuk itulah pihak manajemen terkait mesti turun langsung kelapangan agar bisa melihat bagaimana menciptakan teknik yang baik serta meningkatkan loyalitas karyawan terhadap kantor dan pekerjaannya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan. Menurut Gilmer ada beberapa hal yang mempengaruhi kepuasan kinerja:

1. Kesempatan untuk maju
2. Keamanan kerja
3. Gaji
4. Perusahaan dan manajemen
5. Faktor intrinsik dan pekerjaan
6. Kondisi kerja
7. Aspek social dalam pekerjaan
8. Komunikasi dan
9. Fasilitas
 
Sedangkan Heidjrachman dan Husnan juga mengemukakan hal yang hampir sama, bahwa beberapa faktor di bawah ini adalah kebutuhan dan keinginan pegawai:
1. gaji yang baik
2. pekerjaan yang aman
3. rekan sekerja yang kompak
4. penghargaan terhadap pekerjaan
5. pekerjaan yang berarti
6. kesempatan untuk maju
7. pimpinan yang adil dan bijaksana
8. pengarahan dan perintah yang wajar
9. organisasi atau tempat kerja yang dihargai oleh masyarakat.

Menurut Loeke (dalam Sule, 2002: 211), kepuasan atau ketidakpuasan karyawan tergantung pada perbedaan antara apa yang diharapkan. Apabila yang didapat karyawan lebih rendah daripada yang diharapkan akan menyebabkan karyawan tidak puas. Begitu juga sebaliknya, apabila yang didapat karyawan lebih tinggi dari pada yang diharapkan, secara otomatis akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Disamping itu ada beberapa hal yang mesti dijadikan pondasi bagi setiap manajemen untuk bisa menciptakan kinerja yang maksimal diantaranya :

1. Pimpinan harus mengetahui betul bagaimana teknik pengerjaan
2. Pimpinan harus mengetahui betul bagaimana kendala-kendala yang dihadapi
3. Pimpinan harus turun langsung kelapangan,tujuannya agar menciptakan hubungan baik antar manajemen dengan karyawan
4. Pimpinan harus bisa memahami bagaimana tingkat kesulitan dari setiap proses
5. Pimpinan harus bisa menemukan teknik agar produktivitas bisa berjalan dengan baik

Ada pun juga sikap yang harus diambil dalam setiap manajemen Johan, R. (2002) :
1. Siap
2. Siaga
3. Cepat
4. Tanggap
5. Laksanakan

Itulah yang bisa meningkatkan bagaimana efektifitas waktu yang akan ditempuh dalam satu hari bekerja sehingga meningkatkan mutu efisiensi waktu dalam bekerja dan manajemen harus bisa menciptakan metode bekerja dengan baik dan bawahan merasa nyaman dalam metode yang ditemukan tersebut.Tidak dapat dipungkiri jika salah saja metode pada pihak manajemen maka akan berdampak pada kinerja bawahan sehingga bawahan akan trus selalu mengikuti metode yang telah diberikan oleh atasan.

Jika suatu atasan menginginkan produktivitas meningkat maka pikah manajemen terkait mesti melakukan adanya perombakan sistem metode kerja,karyawan akan puas dalam bekerja tanpa adanya tekanan yang berdampak pada pisikologis bagi karyawan. Hal demikian akan terjalin hubungan antara manajemen dengan karyawan. Ada beberapa point penting yang perlu kita ingat dalam upaya menciptakan suasana kerja yang kondusif. Dibawah ini ada 5 kunci dasar dalam mendongkrak kinerja. ;

1. Kekhususan
Karyawan membutuhkan spesifikasi. Informasi spesifik secara lengkap dengan tata cara pelaksanaan yang baik dan terarah sangat membantu stabilitas kinerja, sekaligus memperbaiki kekurangan. Manajer tak perlu sibuk memandori dan karyawan tahu keinginan kantor/tempat kerja, ini menunjang kreativitas. Hal ini bisa dicapai dengan manajemen Job Description (pembagian bidang kerja, tugas pokok dan fungsi, kewenangan, dll) yang baik. Point ini dapat pula diwujudkan dengan penempatan orang yang tepat pada posisi/jabatan yang sesuai bidang keahliannya (right man in the right job) .

2. Konsistensi
Informasi sebaiknya tidak saling bertentangan. Misalnya penilaian berkala baik, tapi penilaian tahunan buruk. Inkonsistensi yang seperti ini dapat meresahkan dan menganggu kinerja. Pada point ini sistem monitoring dan evaluasi kantor/tempat kerja harus mempunyai arah capaian/standart kinerja dan target yang jelas. Hal ini akan mempermudah kantor/tempat kerja dalam melihat perkembangan kemajuan yang telah dicapai dan data laporan yang akurat. Sehingga dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan yang baik.

3. Waktu yang tepat
Umpan balik sebaiknya segera diberikan, agar karyawan termotivasi memperbaiki. Kalau kelamaan ada keengganan mengevaluasi. Mereka terlanjur merasa benar dan akan sangat terpukul jika dapat nilai rapor jelek.

4. Komunikasi yang efektif
Pimpinan dalam level manapun harus mampu menciptakan komunikasi efektif untuk menumbuhkan persamaan persepsi dengan karyawan. Jika pernyataan/instruksi manajer tidak dimengerti atau diterima sepotong-sepotong, sasaran tak akan tercapai. Komunikasi efektif sangat berperan vital dalam penciptaan suasana kerja yang sehat. Instruksi atasan yang jelas dan benar harus dapat dipahami oleh karyawan. Pada saat terdapat masalah, harus secepatnya diselesaikan. Bila terdapat unsur-unsur konflik baik vertikal (manajer–karyawan) maupun horizontal (sesama karyawan) dalam suatu kantor/tempat kerja dibiarkan berlarut, sangat berpotensi mengganggu stabilitas iklim kerja.

5. Niat baik dan kerjasama
Pimpinan perlu menunjukkan niat baik dan kerjasama. Umpan balik yang hanya bertujuan menjatuhkan atau mempermalukan karyawan tak akan mampu menciptakan kondisi kerja yang sehat. Karyawan yang ikut memberikan ide dalam menetapkan sasaran atau standar kinerja, berarti telah mengemukakan kehendak dan kebutuhannya. Karyawan tersebut akan berusaha mencapainya, karena dia tahu apa yang dia mau.

Dengan 5 point dasar diatas, sangat jelas pola yang diciptakan merupakan hasil dari hubungan interaksi manajer/atasan dan karyawan/bawahan. Meningkatkan kinerja karyawan tentunya membawa suatu kantor/tempat kerja dapat lebih cepat mencapai tujuan yang dinginkan.

Kesimpulannya adalah dalam menciptakan metode bekerja yang baik yaitu bagaimana bisa menciptakan hubungan antar manajemen dan bawahan secara baik.


Tips dan Solusi Menghadapi Atasan atau Senior yang Galak

Mungkin banyak diantara kita yang mengeluh disaat kita dipertemukan dengan orang yang tidak senang dengan kita, banyak yang merasa tidak betah untuk terus bekerja sama dengan orang-orang seperti itu. Dan pada akhirnya memilih untuk keluar dan mencari pekerjaan atau lingkungan baru agar bebas dari tekanan dan lain sebagainya.
 
 
Dalam situasi seperti ini, kita selayaknya bisa berfikir positif agar kita tidak menyesal dikemudian hari nanti. Dan berikut ada beberapa tips dan solusi agar kita senantiasa tabah dan sabar menjalani semuanya:
1. Memohon bantuan kepada Allah ( Tuhan YME ).
Hal yang paling penting disaat kita menemukan kegelisahan dan tekanan hati, maka kita kembalikan semuanya kepada Allah SWT, mintalah pertolongan kepadaNya dengan sabar dan shalat. Yakinlah bahwa semua yang telah Allah tetapkan akan selalu ada hikmah didalamnya. Senantiasalah untuk terus memohon  kepada Nya dan jangan sampai kita terpedaya oleh tipu daya syaitan.
2. Inisiatif dan Proaktif
Lakukan semua pekerjaan yang diinginkan oleh senior atau atasan dengan baik. Dan tunjukan kalau kita profesional dalam melakukan pekerjaan ini. Senantiasa berinisiatif dalam melakukan semua pekerjaan sehingga atasan tersebut simpatik kepada kita.
3. Tenang & Bijak

Bersikap tenang dan bijak akan mampu menyelesaikan segala permasalahan dengan mudah. Dan disaat tekanan semakin berat, angan sampai kita terpancing emosi. Tetapi Lakukanlah pendekatan yang baik dan terstruktur untuk membuat atasan tidak menjadi galak kalau sedang bersama kita.
4. Hindari konflik

Konflik adalah musuh berbahaya yang bisa mematikan suatu hubungan, termasuk dalam kehidupan professional. Jadi jangan pernah menciptakan konflik dalam lingkungan kerja apalagi konflik tersebut terjadi oleh atasan atau senior kita.
Demikianlah beberapa solusi yang dapat kita lakukan disaat kita sedang mendapat tekanan oleh senior. Yakinlah pasti selalu ada sisi positifnya dari sikap yang selama ini kita benci atau tidak kita sukai.
Namun semuanya itu kembali kepada diri pribadi masing-masing, jika memang tekanan yang dirasa semakin berat, dan memang kita sudah tidak mampu untuk menahannya, pilihan untuk mencari suasana baru dalam bekerja mungkin lebih baik. Salam Sukses.