Showing posts with label Daftar Universitas di Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Daftar Universitas di Indonesia. Show all posts

Kampus UI Duduki Peringkat ke-79 Asia




DEPOK -- Universitas Indonesia (UI) menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang masuk ke dalam jajaran 100 universitas top se-Asia dengan menempati peringkat ke-79.

"Untuk tingkat dunia, UI menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk dalam top 300 dunia dengan menduduki peringkat ke-310," kata Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI Rifelly Dewi Astuti, Kamis (11/6).

Hasil pemeringkatan tersebut didasarkan atas penilaian yang dikeluarkan oleh Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2014/2015 terhadap lebih dari 800 perguruan tinggi di dunia.

Lebih lanjut, pada QS World University Ranking by subject 2014/2015, UI juga meraih predikat program studi Kedokteran (medicine) terbaik se-Indonesia dan peringkat ke-301 dunia.

Sedangkan, pada QS World University Rankings by Faculty 2014/2015, UI meraih peringkat terbaik ke-200 dunia untuk Rumpun Ilmu Sosial dan Management.

Felly mengatakan pencapaian tersebut tidak hanya milik UI sendiri, tetapi juga pencapaian nasional karena turut meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. UI telah mencanangkan visi untuk menjadi universitas yang mandiri dan unggul serta mampu menyelesaikan masalah dan tantangan pada tingkat nasional dan global.

Melalui pencapaian ini, diharapkan ke depannya UI senantiasa mampu menghasilkan ilmu pengetahuan dari karya-karya risetnya yang kualitasnya memiliki daya saing dan bermanfaat di tingkat internasional.

Pemeringkatan QS World University Rankings menggunakan enam parameter dalam pemeringkatan yaitu Academic reputation (40 persen) yaitu dengan mengukur unsur akademik secara menyeluruh, Employer reputation (10 persen) yaitu mengukur kualitas tenaga pendidik perguruan tinggi, Faculty/student ratio (20 persen) yaitu mengukur keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

Citations per faculty (20 persen), yaitu mengukur penelitian yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi, proportion of international student (5 persen), yaitu rasio mahasiswa asing di perguruan tinggi, dan Proportion of international staff (5 persen), yaitu rasio tenaga pendidik asing di perguruan tinggi.




Sumber : republika.co.id/

Sekolah Gratis di Indonesia : Sekolah Tinggi Ilmu Statistik




BPS membuka Perguruan Tinggi Ilmu Statistik (PTIS) dengan mahasiswa yang terdiri dari lulusan AIS dan dosen berasal dari PBB serta alumni AIS. Pada tahun 1965 bantuan ini terhenti karena Indonesia keluar dari PBB dan sejak itu PTIS ditutup. Walupun PTIS sudah tidak beroperasi, AIS tetap melaksanakan proses pendidikan. Pada tahun 1995-1996 dilakukan usaha meningkatkan pendidikan ahli madya statistik (D-III) menjadi pendidikan ahli statistik (D-IV).

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) melalui Surat Keputusan Nomor 295/D/T/97 Tanggal 24 Pebruari 1997 mengijinkan BPS menyelenggarakan Program Diploma IV. Kemudian setelah itu, diterbitkan Keppres No.163 Tahun 1998 tentang STIS di bawah naungan BPS, sehingga sejak saat itu berdirilah STIS. Sesuai dengan Keppres tersebut, status STIS adalah sekolah tinggi kedinasan yang pembinaan teknisnya dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Menteri Pendidikan Nasional), dan pembinaan secara fungsional dilaksanakan oleh Kepala BPS RI.

Passing grade Universitas Negeri Medan (UNIMED)

Passing grade Universitas Negeri Medan (UNIMED) - penyelenggaraan pendidikan di UNIMED dalam program kependidikan dan non-kependidikan dilaksanakan dengan mengacu pada format kurikulum bersama untuk bobot enam semester yang dinamai “Kurikulum Bersama Enam Semester Program Nonkependidikan dan Kependidikan”.






Demikian daftar passing grade Universitas Negeri Medan (UNIMED):



Kategori IPA

141014
Pendidikan Matematika - UNIMED
30.5%
141022
Pendidikan Biologi
31.6%
141036
Pendidikan Fisika
25.6%
141044
Pendidikan Kimia
28.5%
141052
Pendidikan Teknik Bangunan
23.6%
141066
Pendidikan Teknik Mesin
25.6%
141074
Pendidikan Teknik Elektro
25.8%
141082
Kimia
26.8%
141096
Biologi
27.6%
141103
Ilmu Keolahragaan
22.2%
141111
Matematika
25.5%
141125
Fisika
24.0%
141133
Pendidikan Teknik Otomotif
26.5%



Kategori IPS

142016
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
21.5%
142024
Pendidikan Sejarah
25.8%
142032
Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
24.6%
142046
Pendidikan Geografi
29.6%
142054
Pendidikan Jasamani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR)
23.5%
142121
Pendidikan Bahasa Inggris
31.5%
142135
Pendidikan Bahasa Perancis
21.3%
142143
Pendidikan Bahasa Jerman
22.6%
142151
Pendidikan Seni Rupa
18.2%
142165
Sastra Indonesia
28.6%
142173
Sastra Inggris
28.3%
142181
Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (sendratasik)
18.4%
142195
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
30.5%
142202
Pendidikan Tata Boga
22.5%
142216
Pendidikan Tata Rias
19.2%
142224
Pendidikan Antropologi
21.6%
142232
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD)
22.7%
142246
Pendidikan Bimbingan dan Konseling
28.5%
142254
Pendidikan Akuntansi
29.8%
 

Dengan daftar passing grade universitas negeri medan, semoga bisa membantu anda dalam memilih jurusan yang tepat dengan kemampuan anda sensiri sehingga bisa langsung di terima di universitas negeri medan tersebut pada pilihan pertama pada SNMPTN ataupun SBMPTN.

Universitas Trunojoyo Madura

 
 
Universitas Trunojoyo Madura merupakan kelanjutan dari Universitas Bangkalan Madura (Unibang) yang " berubah statusnya " dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 85 Tahun 2001 Tertanggal 5 Juli 2001. Peresmian berlangsung pada tanggal 23 Juli 2001. Dalam sambutannya KH. Abdurrahman Wahid sebagai Presiden Republik Indonesia pada waktu itu, mengatakan bahwa salah satu keinginan Masyarakat Madura untuk memiliki Universitas Negeri telah tercapai. Keinginan lainnya agar pulau Madura dihubungkan dengan pulau Jawa juga telah tercapai dengan diresmikannya Jembatan Suramadu pada tanggal 10 Juli 2009 oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

   Keberadaan Universitas Trunojoyo Madura seperti kondisinya yang ada saat ini, masih dalam tahap pembenahan-pembenahan mendasar, seperti renovasi gedung perkuliahan, kantor administrasi, kantor pusat maupun fakultas, dan prasarana kampus seperti instalasi listrik dan air serta sarana olahraga dalam kampus. Saat ini dilakukan pula upaya untuk melengkapi sarana laboratorium yang ada di semua fakultas.

    Universitas Trunojoyo Madura dibangun di atas lahan seluas 30 hektar, yang terletak 5 kilometer dari pelabuhan Kamal dan sekitar 15 kilometer dari Kota Bangkalan. Pengembangan kampus di masa yang akan datang diarahkan menjadi lingkungan yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Pohon-pohon direncanakan akan lebih banyak ditanam untuk meghilangkan kesan kekeringan dan kegersangan pulau Madura. Selain itu, lokasi Universitas Trunojoyo Madura akan berada dalam lingkungan pusat pengembangan Bangkalan sebagai perluasan kota Surabaya dalam satuan wilayah pengembangan Gerbang kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).

Sejarah Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta (Polimedia)



Sejarah Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta (Polimedia)  sebagai sebuah perguruan tinggi vokasi dimulai ketika mendapatkan ijin pendirian berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 60 Tahun 2008.
Pada awalnya Polimedia baru membuka 3 (tiga) jurusan/program studi, yaitu: Teknik Grafika, Desain Grafis, dan Penerbitan. Sering berjalannya waktu sekarang terdapat 10 Program Studi di Polimedia Jakarta yakni:
  • Teknik Grafika
  • Desain Grafis
  • Penerbitan
  • Teknik Kemasan
  • Periklanan
  • Fotografi
  • Multimedia
  • Desain Mode
  • Animasi
  • Broadcasting
Pendaftaran atau penerimaan mahasiswa baru di Polimedia Jakarta melalui 3 Jalur: PMDK, Bidikmisi dan UMPN yang merupakan kerja sama seluruh Polteknik Negeri di Indonesia.
Website: http://www.polimedia.ac.id/

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya






Pada tahun 1957 ketika PII Cabang Jawa Timur mengadakan lustrum pertama, kembali gagasan itu dilontarkan. Sebagai hasilnya, dr. Angka Nitisastro, seorang dokter umum, bersama dengan insinyur-insinyur PII cabang Jawa Timur memutuskan untuk mewujudkan berdirinya sebuah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik. dr. Angka
Beberapa alasan pokok pendirian yayasan tersebut antara lain:
  • Lahan Indonesia yang luas dan memiliki kekayaan hasil alam yang melimpah dan belum dimanfaatkan
  • Kebutuhan akan tenaga insinyur sekitar 7000 untuk melaksanakan program-program pembangunan dan industri di dalam negeri.
  • Melihat perbandingan dengan jumlah insinyur di negara maju dan berkembang lainnya yang jauh melebihi jumlah di negara kita.
Pada tanggal 17 Agustus 1957, secara resmi berdirilah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang diketuai oleh dr. Angka Nitisastro. Yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk memikirkan tindakan-tindakan lebih lanjut dan memperbincangkan sedalam-dalamnya segala konsekuensi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam rangka membulatkan tekad mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Teknik di kota Surabaya.
Pada tanggal 10 Nopember 1957, Yayasan mendirikan “PERGURUAN TEKNIK 10 NOPEMBER SURABAYA” yang pendiriannya diresmikan oleh presiden Soekarno. Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya hanya memiliki dua jurusan yaitu, Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin.
Presiden Soekarno saat meresmikan PTT 10 Nopember Surabaya. Tampak dr. Angka sedang membubuhkan tanda tangan.
Presiden Soekarno saat meresmikan PTT 10 Nopember Surabaya.
Tampak dr. Angka sedang membubuhkan tanda tangan.

Setelah beberapa tahun melalui usaha-usaha yang dirintis oleh tokoh-tokoh dari YPTT, Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember diubah statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan nama: “INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER DI SURABAYA”
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang semula memiliki 2 (dua) jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Mesin berubah menjadi lima yaitu: Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, dan Teknik Kimia. Jurusan- jurusan tersebut kemudian berubah menjadi fakultas. Kemudian dengan peraturan pemerintah No. 9 tahun 1961 (ditetapkan kemudian pada tanggal 23 Maret 1961) ditetapkan bahwa Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang pertama adalah tanggal 10 Nopember 1960.
Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1965 berdasarkan SK Menteri No. 72 tahun 1965, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) membuka dua fakultas baru, yaitu, Fakultas Teknik Arsitektur dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Dengan demikian sejak saat itu, ITS mempunyai tujuh fakultas yang tersebar di beberapa tempat, yaitu: Jl. Simpang Dukuh 11, Jl. Ketabang Kali 2F, Jl. Baliwerti 119-121, Jl. Basuki Rahmat 84 sebagai kantor pusat ITS.

Pada tahun 1972, Fakultas Teknik Sipil pindah ke Jl.Manyar 8, sehingga ITS semakin terpencar. Kemudian pada akhir 1975, Fakultas Teknik Arsitektur pindah ke kampus baru di Jl. Cokroaminoto 12A Surabaya. Demikian pula pada tahun 1973 kantor pusat ITS pindah ke alamat yang sama. Pada tahun 1973 disusunlah rencana induk pengembangan jangka panjang (20 tahun) sebagai pedoman pengembangan ITS selanjutnya.
Rencana Induk Pengembangan ITS menarik perhatian Asian Development Bank (ADB) yang kemudian menawarkan dana pinjaman sebesar US $ 25 juta untuk pengembangan empat fakultas, yaitu, Fakultas Teknik Sipil, Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Teknik Elektro, dan Fakultas Teknik Kimia.
Pada tahun 1977 dana dari ADB tersebut sebagian digunakan untuk membangun kampus ITS Sukolilo bagi empat fakultas tersebut di atas. Pada tahun 1981 pembangunan gedung di kampus Sukolilo sebagian sudah selesai. Pembangunan kampus Sukolilo tahap I dapat diselesaikan dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 27 Maret 1982.

Dalam perjalanan pengembangannya, ITS pada tahun 1983 mengalami perubahan struktur organisasi yang berlaku bagi universitas atau institut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980, Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1981 dan Keputusan Presiden No. 58 tahun 1982, ITS berubah menjadi hanya 5 fakultas saja, yaitu Fakultas Teknik Industri, Fakultas Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Non Gelar Teknologi (Program-Program Non Gelar).

Sejak tahun 1991 terjadi perubahan menjadi 4 fakultas, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), dan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK). Jurusan yang ada di Fakultas Non Gelar Teknologi diintegrasikan ke jurusan sejenis di 2 fakultas (FTI dan FTSP). Selain itu ITS juga mempunyai 2 Politeknik yaitu Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).
Pada tahun 1994 kembali ITS memperoleh dana pinjaman ADB sebesar US $ 47 juta untuk pengembangan semua fakultas dengan fokus teknologi kelautan. Program ini selesai pada April 2000. Selain itu ITS juga telah memperoleh dana hibah dari pemerintah Jerman/GTZ (1978-1986) untuk pengembangan Fakultas Teknik Perkapalan.
Tahun 2001, berdasarkan SK Rektor tanggal 14 Juni 2001, ITS membentuk fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) dengan 2 jurusan/program studi: Jurusan Teknik Informatika dan Program Studi Sistem Informasi.
Akhirnya sejak tahun 2002 ITS terdiri dari 5 fakultas dan 2 politeknik, yaitu:

Institut Pertanian Bogor




Pada tanggal 1 September 2003 Institut Pertanian Bogor (IPB) genap berusia 40 tahun. Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang akan dimulai pada tahun 2006. Pada tahun 2007 secara embrional IPB diharapkan siap manjadi universitas riset.

soekarno kampus bs wisuda
First break ground us function by  Ir. Soekarno
Campus IPB Baranangsiang, Bogor
Graduation in the Past

Sejarah Kepemimpinan IPB dari masa ke masa adalah sebagai berikut :
1. Prof.Dr. Syarif Thayeb (Chairman of the Presidium of IPB 1963)
2. Prof.Dr.A.J. Darman (Chairman of the Presidium of IPB 1963)
3. Prof.Dr.Ir. Tb. Bachtiar Rifai (Rektor IPB 1964-1965)
4. Prof.Dr.Ir. Sajogyo (Rektor IPB 1965-1966)
5. Prof.Dr.j.h. Hutasoit (Chairman of the Presidium of IPB 1966)
6. Prof.Dr.Ir. Toyib Hadiwidjaja (Rektor IPB 1966-1971)
7. Prof,Dr.Ir. A.M. Satari (Rektor IPB 1971-1978)
8. Prof.Dr.Ir. Andi Hakim Nasution (Rektor IPB 1978-1987)
9. Prof.Dr.Ir. H. Sitanala Arsjad (Rektor IPB 1987-1996)
10. Prof.Dr.Ir. H. Soleh Solahuddin,M.Sc (Rektor IPB 1996-1998)
11. Prof.Dr.Ir. R.H.M. Aman Wirakartakusumah,M.Sc (Rektor IPB 1998-2002)
12. Prof.Dr.Ir. Ahmad Ansori Mattjik,M.Sc (Rektor IPB 2002-2007)
13. Prof.Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc. (Rektor IPB 2008-2012)
14. Prof.Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc. (Rektor IPB 2012-2017)

rektor ipb 
Rektor IPB

Tahap Embrional (1941-1963)

Tahap embrional perkembangan IPB diawali dengan adanya lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran hewan yang dimulai pada awal abad ke-20 di Bogor. Sebelum perang dunia II lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut dikenal dengan nama Middelbare Landbouw School, Middelbare Bosbouw School dan Nederlandsch Indiche Veeartsen School.

Pada tahun 1940 , Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi Pertanian di Bogor dengan nama Landbouw Hogeschool yang kemudian pada tanggal 31 Oktober 1941 dinamakan Landbowkundige Faculteit. Namun ditutup pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), sedangkan Nederlandsch Indische Veeartsenschool (sekolah Kedokteran Hewan) tetap berjalan. Hanya saja namanya diubah menjadi Bogor Zui Gakku (Sekolah Dokter Hewan Bogor). Sejalan dengan masa kemerdekaan tahun 1946, Kementerian Kemakmuran Republik Indonesia meningkatkan Sekolah Dokter Hewan di Bogor menjadi: Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan(PTKH).

Pada tahun 1947 Lembaga Pendidikan Tinggi Pertanian, Landbowkundige Faculteit dibuka kembali dengan nama Faculteit Voor Landbouw-Wetenschappen yang mempunyai jurusan Pertanian dan Kehutanan. Sedangkan PTKH pada tahun 1948 dijadikan Faculteit voor Dierge neeskunde di bawah Universiteit van Indonesie yang kemudian berubah nama menjadi Universitas Indonesia.

Pada tahun 1950 Faculteit voor Landbouw-wetenschappen berubah nama menjadi Fakultas Pertanian Universitas Indonesia dengan tiga jurusan yaitu Sosial Ekonomi, Pengetahuan Alam dan Kehutanan serta pada tahun 1957 dibentuk jurusan Perikanan Darat. Adapun Faculteit voor Dieergeneeskunde berubah menjadi Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Indonesia yang pada tahun 1960 berubah nama menjadi Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan. Selanjutnya pada tahun 1962 menjadi Fakultas Kedokteran Hewan, Peternakan Universitas Indonesia.

Beberapa tonggak sejarah yang penting diketahui pada tahap embrional adalah: (1) penerapan sistem studi terbimbing yang menggantikan sistem studi bebas, (2) gagasan pembangunan kampus baru Fakultas Pertanian UI di Darmaga, dan (3) penerapan falsafah Tridharma Perguruan Tinggi yang semula berlaku di Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan UI, oleh Prof.Dr.Ir. Toyib Hadiwidjaja. Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia memasuki tahun 1960, memberi peluang bagi IPB untuk menambah lahan kampus, sehingga selain Kampus Barangangsiang, Kampus Taman Kencana, Kampus Gunung Gede dan Kampus Cilibende, IPB juga memiliki Kampus Darmaga, Kebun Pasir Sarongge, Kebun Sukamantri dan Kebun Jonggol.

Sejarah Singkat Universitas Negeri Jakarta

 
 
Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia merasakan kurangnya tenaga kependidikan di semua jenjang dan jenis lembaga pendidikan. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah mendirikan berbagai kursus pendidikan guru. Sekitar tahun 1950-an, pada jenjang di atas pendidikan menengah didirikan B-I, B-II, dan PGSLP yang bertugas menyiapkan guru-guru untuk sekolah lanjutan.

Usaha-usaha untuk meningkatkan mutu dan jumlah guru terus dilakukan melalui pendirian Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri P dan K No. 382/Kab tahun 1954. PTPG ini didirikan di empat kota yakni Batusangkar, Manado, Bandung, dan Malang. Dengan demikian terdapat dua macam lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru, yaitu Kursus B-I/B-II/PGSLP dan PTPG. Kedua lembaga ini kemudian diintegrasikan menjadi satu lembaga pendidikan melalui berbagai tahap. Pada tahun 1957, PTPG diintegrasikan ke dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada universitas terdekat. Berdasarkan PP No. 51 tahun 1958 Fakultas Pedagogik diintegrasikan ke dalam FKIP. Pada tahun 1963, oleh Kementerian Pendidikan Dasar didirikan Institut Pendidikan Guru (IPG) untuk menghasilkan guru sekolah menengah; sementara berdasarkan Keputusan Menteri P dan K No. 6 dan 7, tanggal 8 Pebruari 1961 Kursus B-I dan B-II diintegrasikan ke dalam FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi yang juga menghasilkan guru sekolah menengah. Dualisme ini dirasakan kurang efektif dan mengganggu manajemen pendidikan guru. Untuk mengatasi ini maka kursus B-I dan B-II di Jakarta diintegrasikan ke dalam FKIP Universitas Indonesia.

Melalui Keputusan Presiden RI No. 1 tahun 1963 tanggal 3 Januari 1963, ditetapkan integrasi sistem kelembagaan pendidikan guru. Salah satu butir pernyataan Keppres tersebut adalah bahwa surat keputusan ini berlaku sejak 16 Mei 1964, yang kemudian dinyatakan sebagai hari lahirnya IKIP Jakarta. FKIP dan IPG diubah menjadi IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan). FKIP Universitas Indonesia dan IPG Jakarta diintegrasikan menjadi IKIP Jakarta. Dalam perkembangan selanjutnya IKIP diberi perluasan mandat untuk mengembangkan ilmu kependidikan dan non kependidikan dalam wadah universitas. IKIP Jakarta sejak tanggal 4 Agustus 1999 berubah menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berdasarkan Keppres 093/1999 tanggal 4 Agustus 1999, dan peresmiannya dilaksanakan oleh Presiden Republik
Indonesia pada tanggal 31 Agustus 1999 di Istana Negara.
Hari jadi Universitas Negeri Jakarta ditetapkan sama dengan hari jadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta yang merupakan
cikal bakal Universitas Negeri Jakarta yaitu pada tanggal 16 Mei 1964.

Pimpinan UNJ dari Masa ke Masa

Masa FKIP - Universitas Indonesia

Dekan masa FKIP UI
Periode 1961 - 1963
Prof. R. Sugarda Poerbakawatja
Dekan masa FKIP UI
Periode 1963 - 1964
Prof. Dr. Slamet Imam Santoso

Masa IKIP Jakarta

Rektor IKIP Jakarta
Periode 1964 - 1965
Brigjen A. Latif Hendraningrat
Ketua Presidium IKIP Jakarta
Periode 1966 - 1967
Dra. Maftuchah Yusuf
Rektor IKIP Jakarta
1) 1967-1971
2) 1971-1975
Dr. Deliar Noer
Pjs. Rektor IKIP Jakarta
Periode 1975
Dr. Siswojo Hardjodipuro
Rektor IKIP Jakarta
Periode 1975 - 1980
Prof. Dr. Winarno Surachmad, M.Sc., M.Ed.
Rektor IKIP Jakarta
Periode 1980 - 1984
Prof.Dr. R. Soedjiran Reksosoedarmo,M.A.
Rektor IKIP Jakarta
1) Periode 1984-1988
2) Periode 1988-1992
Prof. Dr. Conny R. Semiawan
Rektor IKIP Jakarta
Periode 1992 - 1996
Dr. A. Suhaenah Suparno
Rektor IKIP Jakarta
Periode 1997 - 1999
Dr. Sutjipto

Masa Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Rektor Universitas Negeri Jakarta
1) 1999 - 2001
2) 2001-2005
Prof. Dr. Sutjipto
Rektor Universitas Negeri Jakarta
1) Periode 2005 - 2009
2) Periode 2010 - 2014
Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.Pd.

Profil Lengkap Universitas Bangka Belitung



SEJARAH SINGKAT UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

Kehadiran Universitas Bangka Belitung (UBB) adalah cita-cita yang telah lama mengakar dalam diri masyarakat Serumpun Sebalai. Ide pembentukan UBB telah menjadi pre Determinant dari pembentukan Provinsi. Impian yang telah dipetakan jauh-jauh hari sebelumnya provinsi Bangka Belitung lahir dan semakin mengemuka seiring dengan pembentukan provinsi Bangka Belitung berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada tanggal 21 November 2000.


Universitas Bangka Belitung resmi berdiri pada tanggal 12 April 2006. Pendirian ini berbekal Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 52/ D/O/ 2006 tertanggal 12 April 2006. Pendirian UBB merupakan hasil penyatuan dari Politeknik Manufaktur Timah (Polman Timah), Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER Bangka), dan Sekolah Tinggi Teknik Pahlawan 12 (STTP 12). Pada waktu itu lokasi kampus UBB masih terpencar dimana kampus I berada di Air Kantung Sungailiat (Politeknik dan Fakultas Teknik). Kampus II menempati gedung milik Pemkab Bangka yang secara bersama ditempati pula oleh STAIN dan STISIPOL; dan Kampus III menempati gedung pinjaman Walikota Pangkalpinang. Namun seiring lonjakan jumlah mahasiswa, Yayasan UBB kemudian merencanakan pembangunan kampus terpadu UBB yang terletak di lahan seluas 152 Ha bantuan Pemerintah Provinsi dan PT Timah Tbk.

Pada awal berdirinya, status UBB secara de yure adalah pemilikan masyarakat, sedangkan secara de fakto bisa dikatakan pemilikan Pemerintah Daerah baik Provinsi, Kabupaten dan Kotamadya sebagai penyangga utama. Selain itu dukungan dari Perusahaan PT. Timah Tbk juga cukup besar yang juga memiliki ikatan emosional langsung dengan salah satu cikal bakal UBB Polman Timah, yang pada tahun 2009 kemudian berpisah dengan UBB dan bersamaan waktunya dengan UBB menjadi Politeknik Negeri dengan nama baru Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung.

Senin 2 Maret 2009 telah menjadi momen bersejarah dengan peristiwa penyerahan aset UBB dan Polman Timah kepada Pemerintah Pusat yang menegaskan bahwa proses menuju penegerian UBB adalah merupakan suatu langkah pasti yang akan segera terwujud. Dan pada acara penyerahan aset ini pula, Polman Timah kembali terpisah secara kelembagaan dengan UBB.

Pada acara yang bertajuk, "Penyerahan asset UBB dan Polman Timah kepada Pemerintah Pusat” tersebut, Gubernur menyerahkan aset UBB berupa tanah seluas kurang lebih 152 Ha, di desa Balunijuk kecamatan Merawang, Yayasan Pendidikan Bangka Belitung, Ir Thobrani Alwi menyerahkan institusi berikut Sumber Daya Manusia UBB, lalu masing-masing Direktur PT.Tambang Timah dan PT. Timah Industri menyerahkan aset berupa lahan, keduanya anak perusahaan PT.Timah Tbk, pemilik lahan di kampus Polman Timah. Sedang dari PT.Timah Tbk, Wachid Usman menyerahkan institusi Polman Timah. Seluruhnya diserahkan ke Pemerintah pusat yang diwakili Direkur Jenderal pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Fasli Djalal P.hd. Bila dirupiahkan, Total aset UBB yang diserahkan kurang lebih 20 milyar, sedangkan Polman mencapai 30 milyar rupiah.

Saat itu pengesahan status sebagai Universitas Negeri yang menjadi tujuan utama kembali menggelegar, penyerahan asset menjadi api yang kembali membakar semangat dan antusiasme UBB untuk segera dinegerikan. Menjadi Universitas Negeri adalah dambaan masyarakat Bangka Belitung. Seluruh tahapan sudah dilalui dengan sempurna, hanya tinggal menunggu sebuah tanda tangan yang mensyahkan status negeri UBB, tanda tangan Presiden Republik Indonesia.

Berkas administrasi yang telah diajukan ke Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) sangat memenuhi syarat untuk status negeri UBB. Selain itu, dukungan penegerian UBB secara politis pun telah disampaikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi X dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI). Seluruh komponen masyarakat Bangka Belitung menunggu pengesahan secara yuridis dari eksekutif atau Pemerintah Pusat.

Penantian panjang itu akhirnya berbuah manis. Status negeri yang lama diperjuangkan sejak lama tersebut resmi disandang Universitas Bangka Belitung (UBB) ketika Peraturan Presiden no.65 tahun 2010 dikeluarkan pada tanggal 19 November 2010 lalu di Jakarta.

Puncaknya adalah pada hari Senin tanggal 22 November 2010 ketika Prasasti Penegerian UBB ditandatangani langsung oleh SBY di hadapan ribuan tamu yang memadati aula Uncen. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya secara resmi menandatangi prasasti Penegerian Universitas Bangka Belitung (UBB) di hadapan jajaran kabinet Indonesia bersatu , tamu undangan dan ratusan mahasiswa di Auditorium Universitas Cendrawasih (Uncen), Padang Bulan, Jayapura Papua Senin (22/11) pukul 09.30 WIT. Selain UBB, presiden Yudhoyono juga menandatangani prasasti untuk empat perguruan tinggi yang lain yakni Politeknik Manufaktur Bangka Belitung, Universitas Musamus Merauke, Universitas Borneo Tarakan serta Politeknik Batam dalam acara yang bertepatan dengan Temu Nasional BEM Nusantara itu.

Adapun yang mewakili Bangka Belitung dalam peresmian tersebut yakni Rektor UBB, Prof.Dr.Bustami Rahman, M.Sc, Wakil Rektor II, A. Fauzi Amiruddin, S.H, M.H, sedangkan dari Polman Babel diwakili Judi Kristanto, S.ST,M.Eng dan I Made Andik Setiawan. Turut hadir pula, Perwakilan Mahasiwa UBB yang menjadi peserta dalam temu Nasional BEM Nusantara yakni wakil presma UBB, Angga Pratama dan Fitri Megasari.
 
 
 
Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 
http://www.ubb.ac.id  
Email : [email protected]
 

Sejarah Singkat Universitas Lampung





Universitas Lampung (atau disingkat Unila) adalah universitas negeri pertama dan tertua di Lampung, Indonesia. Hari jadi Unila ditetapkan pada tanggal 23 September 1965, berdasarkan pada keluarnya Surat Keputusan Menteri PTIP yang menetapkan berdirinya Unila.

Pada awalnya, Unila berada di 3 (tiga) lokasi, yaitu Jalan Hasanudin Nomor 34; kompleks jalan Jendral Suprapto Nomor 61 Tanjung Karang; dan kompleks Jalan Sorong Cimeng Teluk Betung. Sejak Tahun 1973/1974 telah dibuka kampus Unila di Gedong Meneng dan saat ini semua Fakultas sudah berada di dalam kampus tersebut.

Antara tahun 1960 sampai 1965, Unila dipimpin oleh seorang Koordinator. Sejak tanggal 25 Desember 1965 sampai dengan 28 Mei 1973, Unila dipimpin oleh satu presidium yang diketuai oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Lampung. Sejak Mei 1973 sampai sekarang, Unila dipimpin oleh seorang Rektor secara berurut adalah sebagai berikut :
1. Prof. Dr. Ir. Hi. Sitanala Arsyad ( 1973-1981 )
2. Prof. Dr. R. Margono Slamet ( 1981-1990 )
3. Hi.Alhusniduki Hamim S.E. M.S.c ( 1990-1998 )
4. Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.S.c ( 1998-2006)
5. Prof. Sugeng P Harianto (2006-sekarang)


Universitas Lampung
Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1
Bandar Lampung, 35145, INDONESIA.
Telp +62 721 701609 . Fax +62 721 70276

Sejarah Kampus Terbaik Universitas Bengkulu




Universitas Bengkulu (UNIB) didirikan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 17 tahun 1982 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Daud Yusuf. Pada saat yang sama dilantik Rektor UNIB pertama, Prof. Ir. Soenjoto Sumodihardjo (UGM) untuk masa jabatan 1982-1986. Dr. Ir. Soekotjo (UGM), yang sebelumnya menjabat Pembantu Rektor I, memimpin UNIB untuk periode 1986-1990. Untuk periode 1990-1995 Dr. Ir. Nitza Arbi (UNAND) diberi kepercayaan memimpin UNIB. Tahun 1995 sampai dengan 2005 jabatan Rektor UNIB dipegang oleh Prof. Dr. H Zulkifli Husin, S.E, M.Sc. (UNSYIAH).Sejak 2005 sampai dengan 2013 Rektor UNIB dijabat oleh Prof. Ir. Zainal Muktamar, Msc., Ph.D. Pada tanggal 4 Oktober 2013 dilantiklah Dr. Ridwan Nurazi, S.E.,M.Sc., Ak sebagai Rektor Universitas Bengkulu yang ke-6.

Keberadaan UNIB merupakan wujud nyata dari perjuangan yang tak kenal menyerah dari Gubernur Soeprapto yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat, tokoh adat, Pemda Tk. I Bengkulu, dan perguruan tinggi swasta bernama Universitas Semarak Bengkulu (UNSEB). Dukungan universitas ini diwujudkan dalam bentuk penyerahan mahasiswa UNSEB sebagai cikal bakal UNIB beserta lahan Kampus seluas 24,9 Ha di Desa Beringin Raya Bengkulu.

Kendala utama yang dihadapi pada saat proses pendirian UNIB berdasarkan hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh Universitas Sriwijaya di antaranya yaitu tidak tersedianya tenaga edukatif, sehingga pada waktu itu disimpulkan bahwa di Bengkulu belum layak didirikan sebuah universitas negeri. Kendala tersebut akhirnya dapat diatasi setelah Gubernur Soeprato menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta atas petunjuk Presiden Soeharto. Realisasi dari hasil kerjasama tersebut dikirimlah beberapa tenaga edukatif dari UGM antara lain Prof. Ir. Soenjoto Sumodihardjo, Dr. Ir. Soekotjo, Drs. Sutarto, Ir. Supratoyo dan H. Hidjazi, S.H. untuk diperbantukan di UNIB baik sebagai pejabat struktural maupun sebagai tenaga edukatif. Mereka melakukan rekruitmen tenaga edukatif dari beberapa universitas di Jawa dan Sumatera.

UNIVERSITAS BENGKULU
Jl. W.R Supratman
Kandang Limun
Bengkulu 38371
Sumatera - INDONESIA
Tel : +62 736 21170 and 21884
Fax : +62 736 22105
E-mail : [email protected] 

Profil Singkat Universitas Maritim Raja Ali Haji




Universitas Maritim Raja Ali Haji didirikan atas keinginan segenap warga Provinsi Kepulauan Riau untuk memiliki Perguruan Tinggi Negeri yang akan menjadi tempat para pemuda dan pemudi Bumi segantang lada ini memperoleh pendidikan tinggi dan ditempa menjadi Pemimpin, Wirausahawan, dan Orang yang berguna bagi Kepri di masa depan.

Setelah melalui rangkaian proses yang panjang dimulai dari terbit SK Mendiknas No. 124/D/O/2007 tentang izin berdirinya UMRAH hingga terbitnya Peraturan Presiden No. 53 Tahun 2011 tentang Pendirian UMRAH sebagai Perguruan tinggi negeri di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional yang kini kembali kepada nama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, maka resmilah UMRAH menyandang status sebagai perguruan tinggi Negeri di wilayah perbatasan Indonesia.

UMRAH diawal berdirinya merupakan penggabungan dari STISIPOL Raja Haji dan Politeknik Batam, dengan ditambah beberapa program studi baru. Kemudian STISIPOL Raja Haji dan Politeknik Batam Memutuskan untuk berdiri kembali sebagai PT mandiri. 9 Program Studi strata Satu diawal berdirinya tersebar di lima Fakultas.UMRAH juga memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai wadah untuk mengelola kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

http://umrah.ac.id/
Jl. Dompak
Tanjungpinang, 29111
International Call:
+62-771-4500090
Local Call
0771-4500089 (BUPK)
0771-7001550 (BAKK)
0771-7038999 (Faximile)
0771-4500091 (Faximile)